Teori Kepribadian Menurut Para Tokoh
Assalamualaikum wr.wb
Perkenalkan,
Nama: Destyara Zulfa RamadhaniNIM: 20310410054
Ulasan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental pada prodi Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Dosen pengampu Fx. Wahyu Widiantoro
Sejak lahirnya ilmu psikologi pada ahkir abad 18, kepribadian selalu menjadi salah satu topik bahasan yang penting. Teori Psikologi Kepribadian melahirkan konsep-konsep seperti dinamika pengaturan tigkah laku, pola tingkah laku, model tingkah laku dan perkembang repertoire tingkah laku, dalam rangka mengurai kompleksitas tingkah laku manusia.
TEORI PSIKOLOGI KEPRIBADIAN MENURUT GORDON ALLPORT
Kepribadian menurut Allport adalah organisasi dinamis dari system Psikofisik manusia yang menentukan caranya yang khas untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta menentukan karakteristik perilaku dan pikiran seseorang.
Jika kita membahas teori kepribadian yang lain, maka kita menemukan adanya pembahasan mengenai struktur dan dinamika kepribadian secara terpisah. Oleh karena itu, struktur dan dinamika kepribadian itu pada dasarnya adalah hal yang sama.
Berdasarkan hal ini, banyak yang menyebutkan teori Allport itu sebagai “Trait Psychology”. Sifat adalah predisposisi atau kecenderungan untuk merespon secara sama terhadap kelompok stimulus yang mirip.
Dapat dikatakan juga, sifat adalah struktur psikofisik yang mampu menjadikan banyak stimulus berfungsi ekuivalen, membimbing tingkah laku adaptif dan eksresif. Trait umum adalah sifat bersama yang dimiliki oleh banyak orang, dan digunakan untuk membandingkan orang dari budaya berbeda. Asumsi yang mendasari trait ini adalah persamaan evolusi dan pengaruh sosial. Trait individual merupakan subkategori dari trait umum, yang memiliki tingkat generalitas berbeda-beda, ada yang mempengaruhi tingkah laku secara umum, ada yang hanya mempengaruhi tingkah laku tertentu saja.
PSIKOLOGI HUMANISTIK (CARL ROGERS)
Rogers memandang bahwa pada dasarnya manusia itu baik, konstruktif dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positif. Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistic yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapist) dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers meyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas terapist hanya membimbing klien menentukan jawaban yang benar.
FROMM (ERICH FROOM)
Froom dapat digelari sebagai teoritis kepribadian Marxiam, karena pandangannya sangat dipengaruhi oleh Karl Marx (bukan sebagai pakar politik atau ekonomi, tetapi Marx sebagai pakar sosial dan filsuf). Namun dia sendiri memiliki nama teorinya “humanis dialetik”, karena yangdia tunjukkan adalah perhatiannya terhadap perjuangan manusia yang tidak pernah menyerah untuk memperoleh martabat dan kebebasan, dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan orang lain. Dia mencoba menggabungkan teori Freud dengan teori Marx.
Froom yakin bahwa banyak temuan Freud, seperti peran ketidaksadaran dalam tingkah laku manusia, sangat signifikan untuk memahami kepribadian manusia, tetapi menurutnya Freud melakukan kesalahan dalam beberapa hal, khususnya mengenai penekanannya terhadap fungsi individu dengan lingkungan, dan mengenai asal mula tingkah laku seksual.
PSIKOLOGI ANALITIKAL (Carl Gustav Jung)
Carl Gustav Jung merupakan salah satu dari ahli psikologi yang cukup terkemuka pada abad XX. Bahkan beliau merupakan ahli psikologi pertama yang merumuskan tentang tipe kepribadian manusia dengan menggunakan istilah introvert dan ekstrovert.
Dalam teori kepribadian ini beliau membahas hal-hal penting termasuk ego, ketidaksadaran kolektif, serta ketidaksadaran personal. Menurut Jung, manusia penuh pengaruh dari warisan generasi terdahulu, kemudian kepribadian dibentuk secara tidak sadar. Kepribadian seseorang akan terbentuk melalui perjalanan proses yang panjang turun temurun dari generasi ke generasi yang ada.
PSIKOLOGI HUMANISTIK
Diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama dibawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternative dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Adapun pokok-pokok teori psikologi humanistik yang dikembangkan oleh Maslow adalah sebagai berikut:
Pandangan holistik dalam kepribadian, yang terpenting adalah:
1). Kepribadian normal ditandai dengan unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi. Organisasi adalah keadaan normal dan disorganisasai adalah keadaan patologis (sakit).
2). Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya, tetapi tidak ada bagian yang dapat dipelajari dalam isolasi.
3). Organisme memiliki suatu dorongan yang berkuasa, yaitu aktualisasi diri.
4). Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal.
5). Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna dari pada penelitian ekstensif terhadap banyak orang mengenai fungsi psikologis yang diisolasi.
FRANKL (VIKTOR EMIL FRANKL)
Menurut Frankl, keadaan dimana seorang individu kekurangan arti dalam kehidupan disebut sebagai kondisi noogenic neurosis. Inilah keadaan yang bercirikan tanpa arti, tanpa maksud, tanpa tujuan dan hampa.Menurut Frankl, individu semacam ini berada dalam kekosongan eksistensial, suatu kondisi yang menurut keyakinan Frankl adalah lumrah dalam zaman modern. Menurut Frankl, hakekat dari eksistensi manusia terdiri dari 3 faktor, yaitu; Spiritualisasi, Kebebasan, danTanggung jawab.
Frankl tidak menyajikan suatu daftar dari sifat-sifat kepribadian yang sehat, tetapi secara umum dapat dikatakan orang-orang macam apakah mereka itu:
-Mereka bebas memilih tindakan mereka sendiri
-Mereka bertanggung jawab atas kehidupan mereka
-Mereka tidak ditentukan dari kekuatan-kekuatan dari luar diri mereka
-Mereka menemukan arti kehidupan yang cocok dengan dirinya
-Mereka secara sadar mengontrol kehidupan mereka
-Mereka telah mengatasi perhatian terhadap diri
PERLS (FRIEDRICH SALOMON PERLS)
Menurut Perls, orang-orang yang sehat adalah orang yang dapat mengatur dirinya sendiri, tanpa adanya campur tangan dari pihak luar seperti kebutuhan atau tuntutan orang lain maupun peraturan undang-undang.Pendekatan Perls terhadap kepribadian ialah focus pada masa sekarang sebagai satu-satunya kenyataan.
Hakekat dari pendekatan Perls adalah tanggung jawab tiap pribadi untuk mengatur keseimbangan-keseimbangan yang ada dalam dirinya, menyelesaikan situasi yang belum selesai maupun menerima implus-implus dan hasrat-hasratnya sendiri.
Daftar Pustaka
Alwisol, 2017, Psikologi Kepribadian, Universitas Muhammadiyah Malang : Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang.
Ja’far, Suhermanto, 2015, Struktur Kepribadian Manusia Perspektif Psikologi dan Filsafat, Vol. 2, No. 2, Hal: 209-221, pukul 11.27
Ratu, Bau. 2014. “Psikologi Humanistik Carl Rogers dalam Bimbingan dan Konseling”. Vol. 17, No. 3.
Kenz, 2005, Mengenal Teori Perls, diakses pukul 12.30