Proses Interaksi Sosial Di Masa Pandemi Covid 19
Proses Interaksi Sosial Di Masa Pandemi Covid 19
Virus corona merupakan jenis virus baru yang bisa menyerang manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja Seperti, lansia orang dewasa dan anak-anak . Corona virus ini pertama kali ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa yang muncul di Wuhan Cina, pada desember 2019 dan menyebar ke berbagai Negara.Tetapi hadirnya pandemi membuat masyarakat mengalami banyak perubahan.
Terjadinya proses interaksi sosial yang menyebabkan adanya perubahan sosial tidak terlepas dari adanya kegiatan interaksi yang menjadi batasan kehidupan masyarakat disetiap kondisi maupun situasi.Sama hal nya dengan situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat pada saat ini.Kekhawatiran masyarakat terhadap wabah covid 19 ini memberikan pengaruh terhadap sikap sosial setiap orang khususnya terhadap proses interaksi sosial yang dilakukan setiap orang.
Kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah untuk berdiam diri dirumah atau di rumah saja tujuannya adalah untuk memutus penyebaran virus Covid 19, hal ini membatasi ruang gerak masyarakat untuk beraktivitas diluar rumah pastinya, apalagi pemerintah saat ini memberlakukan seperti social distancing, karantina, PSBB, sampai lockdown pada daerah tertentu. Hal ini menyebabkan pembatasan komunikasi manusia secara interaksi kontak sosial menjadi berkurang, dan terarah pada aktivitas komunikasi di media sosial.
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok. Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain (Gillin). Sebelum kita membahas bagaimana proses interaksi sosial di masa pandemi covid 19 terlebih dahulu mengenal apa itu virus corona atau Covid 19.
Virus corona merupakan jenis virus baru yang bisa menyerang manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja Seperti, lansia orang dewasa dan anak-anak . Corona virus ini pertama kali ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa yang muncul di Wuhan Cina, pada desember 2019 dan menyebar ke berbagai Negara.Tetapi hadirnya pandemi membuat masyarakat mengalami banyak perubahan.
Terjadinya proses interaksi sosial yang menyebabkan adanya perubahan sosial tidak terlepas dari adanya kegiatan interaksi yang menjadi batasan kehidupan masyarakat disetiap kondisi maupun situasi.Sama hal nya dengan situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat pada saat ini.Kekhawatiran masyarakat terhadap wabah covid 19 ini memberikan pengaruh terhadap sikap sosial setiap orang khususnya terhadap proses interaksi sosial yang dilakukan setiap orang.
Kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah untuk berdiam diri dirumah atau di rumah saja tujuannya adalah untuk memutus penyebaran virus Covid 19, hal ini membatasi ruang gerak masyarakat untuk beraktivitas diluar rumah pastinya, apalagi pemerintah saat ini memberlakukan seperti social distancing, karantina, PSBB, sampai lockdown pada daerah tertentu. Hal ini menyebabkan pembatasan komunikasi manusia secara interaksi kontak sosial menjadi berkurang, dan terarah pada aktivitas komunikasi di media sosial.
Dampak yang ditimbulkan akibat dari social distancing yaitu orang orang pada tidak percaya kepada orang lain apakah orang itu terpapar covid atau tidak, kemudian tentang penguburan jenazah covid juga menjadi konflik di dalam masyarakat. Mereka menolak adanya penguburan jenazah covid di daerah mereka alasanya takut tertular penyakit mematikan itu. Ini merupakan bukti bahwa sudah hilangnya rasa kemanusiaan antar sesama.
Dampak sosial lainnya yaitu melahirkan kebiasaan baru yang dilakukan oleh masyarakat. Mereka selalu taat akan menjaga jarak, selalu mencuci tangan menggunakan sabun, memakai handsanitizer, selalu memakai masker jika keluar rumah, dan melakukan banyak aktifitas online seperti sekolah dan kerja online.
Ada beberapa cara yang efektif untuk diterapkan ketika sedang berinteraksi pada masa Covid-19, yaitu:
1. Gunakan masker setiap keluar rumah.
2. Biasakan untuk selalu mencuci tangan setelah beraktifitas.
3. Gunakan hand sanitizer setelah selesai beraktifitas.
4. Sebisa mungkin hindari bersalaman dengan orang lain.
5. Tetap jaga jarak dengan orang lain.
Kemudian pemerintah menerapkan kebijakan baru yang dikenal dengan kenormalan baru atau sering disebut "New Normal". Tentunya kebijakan baru tersebut membawa dampak langsung pada perubahan sosial yang ada di masyarakat.